Agen Taruhan Bola

Soal Sindiran Leonardo Bonucci, Prandelli Tak Ambil Pusing

cesare prandelli

Gaya melatih Prandelli sempat mendapat cemoohan dari Leonardo Bonnuci, dimana eks pelatih Timnas Italia itu lebih sering memerintahkan anak asuhnya untuk duduk di depan komputer.
cesare prandelli
Masa kepelatihan Cesare Prandelli di Tim Nasional Italia saat ini memang sudah tinggal kenangan, setelah sang pelatih gagal membawa Gli Azzuri melewati fase Penyisihan Group Piala Dunia 2014, bahkan tersingkir lebih dini dari ajang yang dilangsungkan di Brasil itu. Selepas berakhirnya masa kepelatihan Prandelli, ternyata banyak bermunculan kritikan dan sindiran tentang gaya melatih yang diusung eks Allenatore Fiorentina itu semasa tangani timnas Italia.

Sindiran juga datang dari salah seorang penggawa Gli Azzuri, Leonardo Bonucci yang tak senang dengan fakta bahwa Prandelli lebih sering memerintah para pemain untuk duduk lebih lama di depan komputer.

Nah, terkait sindiran tersebut, Prandelli mengaku tak terlalu ambil pusing, bahkan dia mengambil contoh Luis Enrique saat tangani AS Roma, dimana pelatih yang kini sukses bersama Barcelona itu juga menerapkan gaya melatih kurang lebih sama.

“Dia telah membuktikan dirinya sendiri untuk menjadi yang terbaik. Bonucci semakin lebih bermain aman, dan semakin aman, namun dia tidak mempunyai sarana dan pengetahuan untuk menilai sebuah persiapan dengan metode lain. Saya pernah melihat Luis Enrique ketika dia masih tangani AS Roma, dimana disana juga ada banyak sekali komputer” Ungkap Prandelli yang kini tengah menganggur usai didepak Galatasaray.

Lakoni Comeback Brilian, El Shaarawy Berharap Dipanggil ke Timnas

stephan el shaarawy

Usai lama tak terlihat dalam starting line up AC Milan, Stephan El Shaarawy akhirnya bisa kembali merumput bahkan mencatatkan torehan manis.
stephan el shaarawy
El Shaarawy yang menepi sejak awal tahun ini coba mengembalikan puncak performanya usai dibekap cedera serius di bagian tulang metatarsalnya. Bermain sejak awal laga, striker berusia 22 tahun tersebut membayar kepercayaan Filippo Inzaghi dengan sumbangan dua gol dan membawa I Rossoneri menang 3-1 di San Siro.

Tentu saja catatan impresif itu sangat berarti untuk El Shaarawy. Sebab performanya disaksikan langsung oleh allenatore tim nasional Italia, Antonio Conte, yang sedang mencari pemain untuk dibawa ke laga kualifikasi Euro 2016 kontra Kroasia dan Portugal, bulan depan.

Penyerang berdarah Mesir itu tak mampu menahan rasa gembiranya. “Catatan ini membuat saya sangat puas, kembali bikin gol usai empat bulan menepi dan mampu bermain adalah kepuasan yang indah,” ungkap The Little Pharaoh kepada Soccerway.

“Saya berharap mendapat panggilan dari pelatih tim nasional Italia Juni nanti. Saya juga bangga jika manajer Antonio Conte, ikut menyaksikan pertandingan,” harap bomber yang baru mencetak 3 gol musim ini.

Selanjutnya bomber berjuluk Il Faraone itu bakal fokus memperbaiki performanya hingga ke puncak demi satu tempat di Gli Azzurri.

“Tujuan saya ialah tampil konsisten dengan performa kami. Saya gembira bisa comeback tanpa masalah apapun,” tutup El Sharaawy.

Imbangi Italia, Kroasia Kokoh di Puncak

italia vs kroasia

Kroasia sepertinya memang benar-benar lawan yang kuat bagi Italia, meski kini sudah dibesut oleh Antonio Conte, Gli Azzuri tak kunjung bisa mematahkan rekor tidak pernah menang atas Kroasia dalam 6 pertemuan terakhir kedua tim. Pada perjumpaan mereka dinihari tadi (17/11) waktu setempat, Italia hanya berhasil memetik satu poin saja, walau bermain di kandang sendiri.

Ya, pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1, dan hasil itu menegaskan posisi Kroasia di Puncak klasemen sementara Group H dan unggul catatan selisih gol saja dari Italia.

Tampil di kandang ‘singa’, Kroasia sama sekali tak menciut, bahkan merekalah yang pertama menghadirkan peluang-peluang berarti di awal pertandingan Big Match ini. Duo bintang Kroasia yakni Luka Modric dan Ivan Rakitic melepaskan sepakan-sepakan on Target, tapi kiper Gianluigi Buffon yang penuh akan pengalaman masih terlampau sulit untuk ditaklukan.

Tertekan, Italia malah berhasil unggul lebih dulu, berawal dari skema serangan balik, Simone Zaza menyambut bola dalam kotak penalti, sepakannya memang berhasil diblok defender tim tamu, tapi Striker Sassuolo itu langsung mengambil alih bola muntah yang kemudian dia oper kepada Candreva, tanpa pikir panjang pemain Lazio ini berhasil menyarangkan bola ke gawang Subasic, skor sementara 1-0.

Masih di babak pertama, gawang The Superman akhirnya kebobolan lewat gol Perisic, yang sebenarnya ketika itu hanya melepaskan sepakan pelan, tapi Buffon tak cukup cepat menghentikan laju bola, alhasil skor menjadi imbang 1-1.

Di babak kedua, Italia dan Kroasia sama-sama saling balas serangan, tapi tak satupun dari mereka yang berhasil mencetak gol sampai laga usai, padahal seambrek peluang tercipta.

Scroll To Top