Agen Taruhan Bola

Steven Gerrard – Rafael Benitez Dingin Dan Otoriter

Gerrard meninggalkan Anfield pada bulan Mei lalu
Gerrard – tidak ada ikatan antara saya dan Rafa

Steven Gerrard mengatakan hubungannya dengan mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez “jauh dan tanpa emosi”.

Gelandang berusia 35 tahun, yang meninggalkan Anfield pada bulan Mei lalu setelah 17 tahun, mengungkapkan hal itu secara rinci dalam otobiografinya. “Saya bisa mengangkat telepon dan berbicara dengan semua manajer Liverpool sebelumnya, kecuali Rafa,” kata Gerrard. “Sangat disayangkan karena kami berbagi malam terbesar karir kami – kemenangan Liga Champions 2005 di Istanbul – namun tidak ada ikatan diantara kami” Mantan kapten Inggris, Gerrard menegaskan “kekakuan” itu membuatnya menjadi pemain yang lebih baik karena ia selalu mencari pujian dari manajer asal Spanyol tersebut.

“Pada tingkat dasar sebagai manusia, saya lebih memilih manajer yang menyenangkan, seperti Gerard Houllier atau Brendan Rodgers, tetapi dalam hal sepak bola, saya benar-benar tidak keberatan bekerja dengan seorang pria yang lebih dingin,” tambah Gerrard, yang bergabung LA Galaxy musim panas ini. “Sebuah hubungan yang berjarak dan tanpa emosi dengan orang-orang seperti Rafa Benitez dan Fabio Capello kadang-kadang dapat menghasilkan sukses yang lebih.”

Fakta, Fakta, Fakta Read more

Steven Gerrard Sangat Kecewa Akan Sikap Raheem Sterling

raheem sterling

Legenda Hidup Liverpool itu mengaku sangat kecewa akan sikap yang ditunjukkan Sterling terhadap klub, dan dia juga turut menyinggung terpilihnya Jordan Henderson sebagai Kapten anyar Tim.
raheem sterling
Masalah antara Liverpool dan Raheem Sterling tak kunjung usai sampai saat ini. Menurut kabar yang kami dapatkan beberapa waktu lalu, pihak The Reds telah menolak proposal tawaran senilai 40 Juta Poundsterling yang dilayangkan Manchester City untuk pemain muda Inggris tersebut. Alhasil, respon yang ditunjukkan Sterling terhadap penolakan itu cukup mengejutkan, dimana sang Winger menolak ikut dalam sesi latihan Pra Musim yang diagendakan Liverpool, bahkan ada kabar yang menyebutkan bahwa Sterling tidak bersedia ikut tur pra Musim di beberapa negara.

Hal ini jelas membuat para fans Liverpool merasa Kecewa, bahkan ada yang sampai bertindak cukup aneh melalui sosial media bahkan ‘menjual’ sterling lewat situs jual-beli Online terbesar dunia, Ebay.

Tak hanya fans yang ternyata merasa sakit hati, Legenda Hidup Liverpool yang telah mengabdi selama 17 tahun, Steven Gerrard, juga ikut merasa kecewa. Namun di sisi lain dia juga merasa senang atas terpilihnya Jordan Henderson sebagai Kapten Baru tim.

“Saya ingin mengatakan apa yang harus saya katakan, saya merasa sangat kecewa. Raheem dan Jordan ada di ujung jalan yang berbeda. Dia profesional, pemain juara dan juga sosok yang menyenangkan. Sata rasa tidak ada sosok lain yang pantas menggunakan Ban Kapten dari saya. Jordan dan saya punya banyak kesamaan dalam gaya bermain, dan sikap rendah hatinya adalah yang paling saya sukai” Ungkap sosok yang kini membela Panji LA Galaxy tersebut.

Steven Gerrard Akui Nyaris Jadi Pendukung Everton

steven gerrard

Namun, kemenangan Liverpool di Derby Marseyside pada laga final Piala FA tahun 1986 silam membuat sang Kapten yakin untuk menjadi Kopites seumur hidupnya.
steven gerrard
Rivalitas antara Liverpool dengan Everton memang sudah terkenal kental sejak jaman dahulu. Bagaimana kedua raksasa Tim Marseyside itu bersaing di tiap tahun, bagaiman tensi yang mereka hadirkan tiap pertemuan di Kompetisi domestik selalu saja menarik untuk disaksikan, bahkan tak jarang sebuah pertemuan diwarnai dengan keributan antar pemain dan suporter.

Andai saja ada salah seorang pemain Liverpool atau pendukung mereka membelot ke Everton, maka mereka akan dicap sebagai pengkhianat, begitu juga sebaliknya. Lantas bagaimana jika seorang Steven Gerrard yang kita tahu adalah Ikon sekaligus Legenda hidup The Reds membelot menjadi Evertonian? Tentu saja dunia akan gempar. Namun siapa sangka, hal ini sempat nyaris terjadi, dan hal tersebut diakui sendiri oleh Gerrard. Tapi, pada akhirnya dia semakin mantap menjadi Kopites dikala Liverpool berhasil menang pada laga final Piala FA tahun 1986 silam.

“Saya belum begitu yakin saat masih berusia lima sampai enam tahun antara memilih Everton atau Liverpool nantinya. Kemudian pada laga final Piala FA tahun 1986 silam, gary Lineker mencetak gol bagi Everton dan saya langsung tertarik untuk menjadi pendukung Everton”

“Tapi, The Reds kemudian membalikkan kedudukan , dan menang dengan skor akhir 3-1. Berawal dari momen itu, saya selalu menjadi seorang pendukung Liverpool, dan saya bermimpi mengikuti jejak semua legenda yang sudah saya saksikan” Papar Gerrard kepada Reporter setempat.

Scroll To Top