Agen Taruhan Bola

Tragedi Pembantaian Jerman di Piala Dunia Masih Hantui Brasil

timnas brasil

Walau demikian, Pelatih Carlos Dunga tetap optimis bahwa Brasil bakal mampu kembali mendominasi dunia sebagaimana yang mereka lakukan bertahun-tahun silam.
timnas brasil
Kekalahan Brasil di babak perempat final Copa America 2015 kemarin dari Paraguay benar-benar membuat para fans dan rakyat mereka merasa kecewa, pasalnya tim Samba sudah menjadi unggulan sejak awal turnamen tersebut digelar, bahkan mereka berhasil finish sebagai Juara Group C. Sayangnya, pada babak perempat final, Brasil gagal di tangan Paraguay lewat drama adu penalti. Kegagalan tersebut diduga pelatih Carlos Dunga sebagai traumatis para pemain akan kegagalan di ajang Piala Dunia 2014 lalu, ketika Tim samba dikalahkan Jerman dengan skor telak 1-7 pada laga semifinal.

“8 Juli adalah tanggal yang akan terus membekas bagi kami, sepertinya halnya tahun 1950 silam. Tragedi menyakitkan itu juga punya arti yang sama dengan kesuksesan Brasil dalam menjadi juara lima kali Piala Dunia”

“Meski demikian, kami harus tetap bisa meningkatkan Performa, dengan segala kerendahan hati, kami yakin bisa mengembalikan dominasi Brasil di Sepakbola Dunia, namun harus diakui bahwa misi ini adalah misi yang tidak mudah, kami harus mengambil sisi positifnya. Kami tidak bisa terus menerus raih kemenangan, tapi kami harus tetap melangkah maju” Ujar Pelatih Carlos Dunga kepada Globo Esporte.

Adapun Dunga ditunjuk kembali untuk menangani Timnas Brasil setelah kegagalan Luis Felipe Scolari di piala Dunia tahun lalu yang akhirnya berujung pemecatan.

Soal Marcelo, Ancelotti Balas Kritikan Carlos Dunga

marcelo

marcelo

Belum lama, pelatih anyar Tim Nasional Brasil, Carlos Dunga mengutarakan kritiknya kepada bek Tim Samba dan juga Real Madrid, Marcelo. Pemain berambut kribo itu dinilainya terlalu sering membantu serangan, padahal bantuannya tak berbuah apa-apa, bahkan karena itu Marcelo jadi lupa bertahan. Hal inilah yang menyebabkan dunga mencoret nama sang bek kiri dari skuat Tim Nasional Brasil sejak pasca Piala Dunia 2014. Dunga tak sungkan menyebut Marcelo sebagai biang kekalahan memalukan Brasil atas Jerman di Semifinal Piala Dunia kemarin.

Tentu saja, pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti tak tinggal diam mendengar kritikan pedas tersebut, Don Carletto menyerang balik Dunga, dengan menyebut bahwa Marcelo adalah salah satu bek kiri terbaik dunia. Performa buruk Brasil dalam turnamen Piala Dunia 2014 kemarin juga dianggapnya bukan karena Marcelo.

“Marcelo adalah salah satu bek kiri terbaik dunia saat ini. Brasil memang menelan hasil yang kurang bagus di Piala Dunia kemain, akan tetapi itu bukan karena salah Marcelo” Demikian apar Ancelotti dalam jumpa pers jelang pertandingan melawan Almeria, Sabtu Dinihari (13/12).

Faktanya, Marcelo yang memiliki kecepatan lebih memang sering kali membantu serangan, baik itu ketika membela Tim Nasional Brasil dan Real Madrid CF. Dunga menyebut Marcelo memang bagus dalam membantu serangan, akan tetapi bantuan nya sama sekali tak menghasilkan gol dan malah lupa membantu pertahanan.

Pada sejumlah laga ujicoba pasca Piala Dunia 2014, Dunga memutuskan untuk mencoret nama Marcelo. Dia sempat masuk dalam skuat, tapi untuk menambal pemain lain di posisi sama yang sedang absen karena cedera.

Scroll To Top